karena cinta bukan lagi perkara logika.
kadang dia memilih yang acuh,
dan mengacuhkan yang begitu peduli.
- 3 days ago
cinta ialah kabut,
dan aku, pucuk daun teh yang menggigil di kepekatannya.
menunggu dipetik,
menuju hangat cangkirmu.
- 3 days ago
mungkin pelukku belum tiba,
tapi rindu sudah di sana.
Ia lah api,
yang hanguskan sepi dari beku-beku kesendirianmu.
- 1 week ago
terjunlah ke atas bara!
kita hanguskan kesepian.
lalu seperti phoenix,
kita lahir kembali,
dari abu kesendirian.
- 1 week ago
aku sedang rindu.
sebentar saja mataku tak lagi bendung.
kualirkan saja derainya.
menujumu, boleh?
- 1 week ago
pada jarak yang kita telan,
kusembah waktu agar perlahan.
tapi ketika jarak kembali berontak,
kuharap waktu gegas saja menghentak.
- 3 weeks ago
mungkin harus lenyap,
untuk dirindukanmu sekejap.
atau sekedar bersembunyi,
lalu kubingkiskanmu sunyi.
- 3 weeks ago
tentang kerikil yang merindu
ingatkah kau sebuah cerita
tentang kerikil yang hempas
oleh derap langkah kaki yang tegas
pada bata-bata yang tersusun regas
tahukah kau, kerikil itu
ialah aku dari kikis batu
di alir sungai yang menggerutu
tahukah kau, kerikil itu
merindu pantai berpasir ungu
yang di bibirnya, rebah sebatang kayu
tahukah kau,
apa yang kerikil rindu?
suara burung camar putih yang berkisah
tentang pelukis kuning, hijau dan merah
setelah langit resah oleh basah
juga semilir angin yang berdesir
tentang sepasang penyair
menulis cinta pada hamparan pasir
membisik rasa pada gemericik air
tapi bukan itu,
yang kerikil paling rindu
kau ingin tahu?
“bersisian denganmu adalah candu”
ujar kerikil kepada kayu
ingatkah kau cerita itu,
batang kayu-ku?
- 1 month ago